Iklan

Redaksi Media
Juli 05, 2026, Juli 05, 2026 WIB
Last Updated 2026-07-05T09:04:31Z
BeritaBerita BaliDokter CaputHKTI BulelengPertanian

Dokter Caput: Masyarakat Buleleng Harus Peduli Pada Sektor Pertanian Organik

Advertisement


Singaraja -- Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG, yang akrab disapa Dokter Caput, memiliki keterkaitan erat dengan dunia pertanian di Buleleng atau yang dikenal dengan Bali Utara setelah resmi ditunjuk sebagai Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Buleleng pada Juni 2026. 



Sebagai seorang dokter spesialis kandungan sekaligus tokoh masyarakat, ia membawa visi kesehatan ke dalam sektor agraris dengan gencar mendorong pertanian organik dan tanaman obat tradisional sebagai fondasi kedaulatan pangan serta kesehatan masyarakat di Buleleng.


Dalam Peran dan Visi Pertanian Dokter Caput memandang bahwa sektor pertanian bukan hanya soal ketahanan pangan, melainkan hulu dari kesehatan manusia. Beberapa fokus utama gerakannya meliputi proses Edukasi Pangan Organik & Kesehatan, Melalui berbagai forum dan sosialisasi, ia aktif menekankan pentingnya konsumsi hasil pertanian organik untuk memperbaiki metabolisme tubuh dan mencegah penyakit degeneratif.



Pemberdayaan Pangan Lokal: Ia juga Menginisiasi dan mendukung sosialisasi budidaya tanaman alternatif seperti sorgum serta pangan lokal berkelanjutan di desa-desa wilayah Buleleng.


Dalam hal Melawan Alih Fungsi Lahan ia sangat konsen Menyoroti secara tajam penyusutan lahan produktif di Bali Utara dan berupaya menarik minat generasi muda agar mau kembali bertani.


Menurutnya Mengapa Pertanian Organik Menjadi Solusi di Buleleng?ini sejalan dengan kebijakan wilayah Kabupaten Buleleng yang sedang memasifkan sektor organik karena beberapa alasan strategis.


Seperti, Pengurangan Pupuk Kimia: Pemerintah daerah terus membatasi dan mengurangi kuota pupuk subsidi kimia, sehingga peralihan ke pupuk hayati alami menjadi keharusan bagi petani.


Peluang Pasar Tinggi dimana Permintaan komoditas sehat seperti beras organik dan buah-buahan lokal bebas pestisida di Bali sangat tinggi, bahkan petani lokal sering kali kewalahan memenuhi pasar.


Selain itu menurutnya dalam upaya menjaga Kelestarian Lingkungan maka konteks organik akan menjaga kualitas tanah Bali Utara agar tetap subur secara alami tanpa terpapar zat kimia sintetik berbahaya dalam jangka panjang.


"Apa yang masuk ke tubuh dengan bahan bahan makanan alami dan organik akan berpengaruh pada kesehatan tubuh, membentuk pola pikir positif sehingga wajar jika kita segera memulai hidup sehat dengan mengkonsumsi pangan organik," pungkasnya.***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar